Sri Guna Najib Chaqoqo

Materi dan Wacana Perkuliahan

  •  

    Kelas PAI

     

    1. Tugas individu
    2. Tulislah surat al Baqarah 1-16
    3. Ketentuan
      1. Ditulis di kertas folio
      2. Tulis dengan cermat dengan memperhatikan hamzah washal, qatha’, hamzah di tengah ataupun di awal dan akhir.
      3. Kumpulkan di Ruang LPPM Kampus 1 jam 12.00;
        1. Kelas J; hari Rabu, 13/4/2016
        2. Kelas I; hari Jumat, 15/4/2016
    4. Tulis nama, NIM, dan kelas.

    versi word

    No Comments
  • Kelas ; PBA

    Tanggal : 13/4/2016

     

    1. Tuliskan pengalaman pribadimu dalam belajar bahasa Arab di Aliyah atau di pesantren. Poin2 yang dimuat adalah;
    2. Pendahuluan
    3. Isi
      1. Nama pelajaran
      2. Buku apa yang digunakan untuk pegangan guru dan murid
      3. Durasi setiap pembelajaran
      4. Pengantar pembelajaran oleh guru seperti apa
      5. Teknik pembelajaran di kelas bagaimana
      6. Media yang digunakan untuk pembelajaran apa saja
      7. Evaluasi pelajaran bagaimana
    4. Kesimpulan; metode apa yang digunakan dalam pembelajaran tersebut
    5. Penutup dan saran

     

    1. Ketentuan
    2. Ditulis tangan dengan kertas folio
    3. Nama, NIM, kelas
    4. Minimal tulisan 3 halaman
    5. Dikumpulkan besuk, Rabu, 13/4/2016, jam 12.00 di Ruang LPPM K.1
    No Comments
  • الهمزة المتوسطة
    Hamzah mutawashithah adalah hamzah yang berada di tengah kalimah.
    Cara penulisan tergantung dari harakat sebelum hamzah tersebut. Sebelumnya perlu diketahui bahwa harakat memiliki kecocokan dengan berbagai huruf, seperti fatkhah sesuai dengan huruf alif, kasrah dengan ya’, dan dhummah dengan wawu.
    Dengan demikian, cara penulisan hamzah ditengah adalah dengan melihat harakat hamzah tersebut dan harakat huruf sebelumnya, kemudian disesuaikan dengan huruf yang sesuai dengan harkat tersebut, sebagaimana penjelasan di atas. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Silakan download tugasnya disini

    No Comments
  • Pada tulisan materi kuliah kali ini akan dijelaskan beberapa hal terkait kajian evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, yaitu objek dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran. Pada intinya, semua pembelajaran memiliki model evaluasi yang sama. Penyesuaian mata pelajaran bisa dilakukan berdasar kerangka teori secara umum.

    Maslikhah, mengutip beberapa pendapat mengemukakan bahwa objek evaluasi akan memberikan pedoman kepada seseorang untuk menyeleksi kegiatan yang akan dilakukan, serta dapat menentukan kecenderungan seseorang dalam tindakan dan perbuatan. Objek evaluasi  menempati posisi yang setrategis dalam emnjalankan tugas guru untuk melaksanakan evaluasi. Objek tersebut adalah; input, transformasi, dan output. Input adalah potensi siswa sebelum pembelajaran. Transformasi adalah sejumlah unsur yang terdiri dari kurikulum, metode dan cara penilaian, sarana pendidikan, sistem administrasi, guru dan tenaga kependidikan. Sedangkan outputnya adalah pencapaian proses dan program pembelajaran yang dilihat dari indikator kelulusan [1].

    Jenis Evaluasi Pembelajaran

    Evaluasi bermakna pada keseluruhan proses dan lebih menitikberatkan pada program pembelajaran, berbeda dengan penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar adalah salah satu bagian dari evaluasi pembelajaran. Sebagai suatu program, evaluasi pembelajaran dibagi menjadi lima jenis[2], yaitu: Read the rest of this entry »

    1 Comment
  • Materi Mata Kuliah Akhlaq Tasawuf (TBI)

    Kehidupan modern menuntut manusia melakukan segala sesuatu secara instan dengan hadirnya teknologi yang menyertainya. Kabar dan kejadian di belahan dunia lain bisa dengan cepat diketahui. Seorang teman dan saudara yang berjarak  ratusan kilometer bisa berkomunikasi  dengan mudah, baik dengan mendengarkan suara maupun video secara langsung. Inilah inti modernisasi, yaitu bahwa jarak dan waktu bisa diperpendek dari seharusnya. Manusia bisa melakukan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sangat singkat dengan bantuan teknologi ini.

    Manusia bisa melakukan apapun dari satu tempat hanya dengan bantuan gadget  canggih berbasis telepon genggam dan komputer. Dunia adalah satu jaringan yang dengan sangat mudah dijangkau oleh perkakas tersebut. Teknologi berbasis jaringan adalah penemuan mutakhir yang paling mengubah dunia saat ini. Perang antar negara tidak lagi secara konvensional dengan senjata rudal, roket, dan bom. Namun merambah kepada perang teknologi di dunia jaringan.
    Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Aada beberapa perbedaan yang harus dipahami dalam pembelajaran Bahasa Arab terkait pendekatan, teknik, metode, perencanaan, dan sebagainya. Isi lengkapnya bisa dibaca di sini.

    No Comments
  • Oleh: Sri Guno Najib Chaqoqo

    1. Pengajaran baca tulis

    Harus dimengerti  bahwa bahasa Arab tida mengenal huruf fokal atau Sillabary, sehingga mengajarkan bahasa Arab berbeda dengan bahasa lain. Pengajaran  baca tulis bisa dimulai dengan mengenalkan  dua hal, yaitu pertama alphabetik (abjad), kemudian ang kedua struktur bunyi  yang menggunakan harakat  fatkhah, kasrah, dan dhummah. Metode ang pertama dalam pengajaran al Qur’an diajarkan oleh metode baghdadiyah, sedangkan metode struktur baca secara langsung oleh metode mutakhir seperti Qiroati, Yanbua, Iqra, dsb.

    versi lengkap silakan download pdf-nya di sini

    No Comments
  • Pembiasaan penulisan ayat al Quran akan sangat membantu pemahaman tentang varian penulisan hamzah dan sebagainya dalam materi Imla’. Untuk tujuan ini maka tugas untuk minggu ini adalah menulis QS. Al Baqarah ayat 255. Di dalamnya termuat penulisan hamzah di awal tengah dan akhir. Baik di atas alif, ya, maupun wau.  Silakan ditulis dua kali dikumpulkan ke meja saya maksimal Jumat, 29/5.

    No Comments
  •  

    Ahli filsafat Jerman abad delapanbelas, Gottfried Wilhelm Leibniz, sebagaimana dikutip oleh Paul Ohoiwutun, menyatakan bahwa bahasa di dunia ini asalnya adalah satu. Teori ini kemudian dikenal seabgai teori monogenesis[1]. Bahasa bisa bertahan dan bisa juga punah, disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Lihat saja bahasa di Indonesia, khususnya bahasa-bahasa suku minoritas yang tergeser oleh penggunaan bahasa lainnya. Di Jawa misalnya, bahasa jawa kuno dan jawa halus mulai tidak digunakan oleh orang masa kini. Bahasa kuno bahkan hanya digunakan pada event-event tertentu. Kasus ini kebanyakan terjadi pada masyarakat yang mendiami satu wilayah besar dengan aneka bahasa yang berkembang. Hal ini ditambah lagi oleh pergantian generasi baru, meninggalkan generasi yang lama, dengan penggunaan bahasa baru.

    Pada masa penulis masih SD hingga Aliyah (SMA), bahasa Inggris menjadi bahasa yang sangat asing. Namun saat ini bisa dilihat perkembangannya, anak-anak SD sudah mulai banyak yang bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris (english). Pada tingkat tertentu, bahasa juga dipengaruhi oleh komunitas-komunitas tertentu, seperti bahasa-bahasa alay yang banyak digunakan oleh remaja belia di kota-kota besar. Sumarsono dan Paina Partana juga menyinggung mengenai peran lembaga-lembaga pendidikan formal yang menjadi salah satu faktor bergesernya salah satu bahasa[2]. Peran dimaksud adalah penggunaan bahasa-bahasa yang terdengar asing sebagai konsekuensi dari perkembangan peristilahan yang  niscaya digunakan dalam kerangka keilmuan. Para guru sering menggunakan bahasa-bahasa yang asing didengar oleh murid dan mengahruskan bahasa yang asing tersebut untuk didengar dan dipahami secara baik.

    Dalam konteks bahasa Arab, diskursus ini juga menemukan momentumnya dalam perkembangan bahasa Arab di wilayah Jazirah Arab. Pada mulanya, bahasa Arab adalah bahasa yang dipakai oleh sekelompok masyarakat yang mendiami wilayah terbatas, mulai Yaman hingga Wilayah Arab utara, dengan menggunakan pendekatan peta saat ini. Wilayah di daerah Palestina, Jordania, Lebanon, Mesir, Iraq, Maroko, adalah wilayah kekuasaan Romawi pada masa sebelum Islam dan sebelum dikalahkan oleh Persia (Iran). Bisa diduga bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa penguasa, atau minimal adalah bahasa lokal daerah tersebut.

    Ada dua pendapat tentang asal-usul bahasa Arab. Pendapat yang pertama adalah bahwa kata-kata Arab berasal dari perkataan Nabi Ibrahim As kepada putranya Ismail As ketika Ismail diiminta mendiami satu daerah di Makkah pada komunitas ‘Adnaniyyah. Perkataan tersebut adalah “A’rib lah” (bergeserlah ke tempat itu). Setelah komunitas ini berkembang pesat, maka menyebarlah Bani Adnan ini ke wilayah utara dan selatan. Teori kedua mengatakan bahwa bahasa Arab yang dikembangakn oleh anak turun Ismail As bukanlah darinya, tetapi dari suku kecil di mana Ismail bergaul sehari-hari ketika tumbuh di Makkah, hingga berketurunan yang banyak dan berkembanglah bahasa Arab[3].

    Seiring perkembangan dan perluasan wilayah dakwah Islam, tentu saja setelah masa Nabi Muhammad Saw, daerah-daerah itu hingga kini dikenal sebagai negara berbahasa nasional bahasa Arab. Lebih dari 22 negara di Timur Tengah saat ini menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi. Di negara Indonesia, wilayah itu disebut dengan negara-negara Arab.

    Banyak yang menduga bahwa bahasa Arab berkembang karena agama Islam. Benarkah demikian? Bisa saja jawabannya benar dan bisa saja tida benar, tergantung pendekatan yang dipakai. Jika diagregasi, mungkin saja memang karena faktor agama Islamlah, yang notabene kitab sucinya menggunakan bahasa Arab, yang menjadi faktor utama. Namun jika ini dipegangi, kasus di Indonesia akan mementahkannya. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, bahasa Arab nyatanya tidaklah dipakai sebagai bahasa resmi. Lantas apa faktor utama bahasa Arab menjadi berkembang dalam kurun sejarah di wilayah bulan sabit timur tengah? Kajian inilah yang menarik minat para pengkaji untuk menelusurinya.

    [1] Paul Ohoiwutun,Sosiolinguistik: Memahami Bahasa Dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan,(Jakarta: Kesain Blanc, 2007), h. 17.

    [2] Sumarsono dan Paina Partana, Sosio;inguistik,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), h.237.

    [3] Sri Guno  Najib C, Filsafat Yunani dan Orisinalitas Pemikiran Islam (Jakarta: Tesis SPs UIN Jakarta, 2009), h. 41.

     

    file versi PDF download di sini

    No Comments